Adalah kisah seorang anak laki-laki yang tegar. Ia hidup di pesisir pantai bersama orang-orang yang dicintainya. Tapi itu dulu. Tidak dengan sekarang. Tuhan telah mengambil orang yang dicintainya saat ia baru berusia dua tahun. Ayahnya yang mencari nafkah sebagai nelayan hilang entah ke mana saat beliau pergi melaut. Tidak ada kabar apapun.
Mungkin ia tak tahu apa-apa karena waktu ia masih kecil. Dan sekarang ia tinggal bersama ibu dan kakaknya.
Namun Tuhan punya rencana lain untuk menunjukkan cintaNya pada anak itu. Di usianya yang enam tahun, lagi-lagi ia kehilangan orang yang sangat disayanginya. Ibu, ya... ia kehilangan ibunya.
Saat ia dan ibunya akan berkunjung ke rumah neneknya, di perjalanan sebuah truk menimpa keduanya. Tapi anak itu masih selamat.
Ia berontak pada Tuhannya, “Mengapa aku masih selamat, sedangkan ibuku Kau ambil? Mengapa tidak sekalian aku saja?” yah... kurang lebihnya begitu.
Sekarang ia tinggal bersama kakak dan neneknya.
Sejak saat itu, ia hidup tidak diantara kedua orang tua. Tapi ia tetap tegar. Tak pernah ia tunjukkan sepi hidupnya tanpa orang tua. Ia ceria. Dengan tingkah lucunya yang kadang-kadang usil, sama sekali tidak menunjukkan kehidupan dia sebenarnya.
Walaupun tanpa dukungan fisik dari orang tua, ia mencari ilmu dengan baik. Bahkan banyak prestasi yang telah diraihnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar